Sinetron dan Seks Remaja

CIREBON, (Pikiran Rakyat).- Perilaku seks bebas yang diperlihatkan remaja Jawa Barat (Jabar) berusia 19-24 tahun, sangat memprihatinkan. Survei yang dilakukan BKKBN didapatkan hasil 40% remaja berusia 15-24 tahun telah mempraktikkan seks pranikah. Hasil survei tersebut dikutip Ketua Divisi Pemuda Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) Arif Srisardjono pada diskusi panel “Pengembangan Kesadaran Pemuda Terhadap Faktor Destruktif Melalui Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi” di Islamic Center, Selasa (10/7).

“Hasil survei yang fantastis tersebut dilakukan pada tahun 2002 terhadap 2.880 remaja. Dan bisa dipastikan tahun 2007 sekarang ini, hasilnya jauh lebih fantastis lagi,” katanya.

Prediksi tersebut, menurut dia, didasarkan kepada survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 di Jabodetabek didapatkan hasil lebih dari 80% anak-anak usia 9-12 tahun telah mengakses materi pornografi. Ditambah lagi, saat ini paling tidak ada 4,2 juta situs porno di dunia maya.

“Apalagi sekarang tayangan acara televisi banyak yang sedemikian vulgar memperlihatkan pornografi dan pornoaksi dalam berbagai bentuknya. Padahal anak dan remaja sangat rawan terhadap pengaruh tayangan dan tontonan kekerasan dan pornografi,” kata Arif.

Diskusi yang digelar oleh Kemenegpora bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Cirebon menghadirkan tiga narasumber. Selain sosiolog dari STAIN Cirebon Prof. Dr. Ali Abdullah, M.A. diskusi juga menghadirkan Arif Srisardjono, S.Sos. dan Shakina Mirfa Nasution, S.E.,M.App.Fin. dari ASA.

Diskusi panel beberapa kali menayangkan rekaman sinetron yang disiarkan sejumlah stasiun televisi swasta, dalam jam-jam prime time maupun siang hari, soal perilaku remaja sekarang yang cenderung mempraktikkan seks bebas.

Menurut ketiga narasumber, perilaku seks bebas di kalangan remaja belakangan ini semakin menggejala. Hal itu semakin diperparah oleh tayangan pornografi dan porno-aksi di hampir seluruh stasiun televisi swasta.

“Semua pihak seharusnya menyadari akan bahaya pornografi dan pornoaksi dalam kehidupan sosial dan perkembangan jiwa anak-anak. Jangan ada lagi upaya melegal-kan pornografi dan pornoaksi dengan dalih budaya. Porno-grafi tetaplah pornografi,” kata Abdullah Ali.

Melebihi Kokain

Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan oleh pornografi yang dilihat, didengar, dan dirasakan, melebihi kokain. “Enam jenis hormon diaktifkan pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan,” katanya.

Selain itu, ujarnya, dampak psiko-sosialnya juga sangat memprihatinkan dari mulai adiksi (ketagihan), eskalasi perilaku seksual menyimpang (lesbian, incest, pedophilia dll.), desensitisasi (mengu-rangi sensitivitas) yang berujung kepada tindakan (acting out), serta runtuhnya nilai-nilai agama, moral, tatanan ke-luarga, budaya, dan Pancasila.

“Dan masih banyak lagi dampak buruk dari pornogra-fi. Menurut psikolog Elly Risman, materi pornografi dapat membangun mental model yang pornografis,” katanya.

Sementara itu, di sisi lain regulasi dan penegakan hukum kasus-kasus porno-grafi sangat lemah, terutama menyangkut anak-anak. “UU Perlindungan Anak sendiri, tidak mengatur pornografi pada anak ataupun membatasi akses anak pada pornografi. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh UU Pers dan UU Penyiaran yang juga tidak secara langsung mengatur pornografi,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, ASA menuntut segera diundangkannya UU Pornografi yang memberikan perlindungan kepada anak dan remaja. UU tersebut juga harus mengakomodasi klausul khusus tentang perlindungan anak dari pemanfaatan dalam produksi pornografi. (A-92)***

Baca juga:
Islam Agama Fitrah
Revolusi Seks dan AIDS
Pendidikan Anak


Revolusi Seks dan AIDS
Tayangan Pornografi Pancing Tindakan Seksual
Sebagian dari Mereka yang Bermasalah
Dan Yahudi Pun Gembira
Pelajar Semakin Liar

3 comments to Sinetron dan Seks Remaja

  1. mandragade
    Nopember 15th, 2007 pukul 6:15 am

    Sudah saatnya pemerintah membuat aturan yg ketat untuk dunia perfilman. Jika tidak, kualitas pelajar Indonesia akan semakin menurun. Kualitas pelajar akan naik dengan sendirinya, tanpa ‘diancam’ oleh nilai ujian akhir, jika pelajar lebih sering belajar dari pada pacaran dan nonton sinetron remaja yg isinya cuma pacaran belaka. Kualitas pelajar akan naik dengan adanya motivasi dari sinetron2 yg memotivasi pelajar untuk belajar dan bukannya sinetron yg isinya kehidupan hura2 semata.

    Coba lihat sonetron saat ini, ketika di lingkungan sekolah yg dibahas pacaran, di luar sekolah yg dibahas juga pacaran. Film Ading dan Dado kayaknya mesti dibuat lagi tuh. Kalo bisa yg lebih baik lagi. Ane dukung deh film2nya Pak Haji Dedi Mizwar.

  2. zonapikir
    Januari 13th, 2009 pukul 10:58 am

    yang terpenting, pendidikan seks bagi para remaja diarahkan agar hanya melakukan hubungan seks dengan Istri yang sudah sah dinikahi, bukan kampanye seks bebas ala barat dengan kondom. Karena walaupun pake kondom tidak menjamin terhindar dari penyakit spt AIDS; sebab menurut penelitian laboratorium ukuran pori-pori kondom lebih besar dari ukuran virus AIDS. OKeey!!!

  3. manis
    Maret 14th, 2009 pukul 6:02 pm

    :em71: ibarat bom ini saya baca tulisan itu, marah ya iya :em25:
    pemerintah sekarang apa ngak bisa ya…., jaga saya ucapkan saja kami dalam meningkatkan mutu kami…., kami butuh dukungan dan dorongan secara lembut dan terstruktur dalam melangkah menuju kedewasaan,

    jangan salahkan kami juga dalam bertindak yang semau kami…, tapi tuntun kami jangan malah di salahkan terus remaja sekarang, generasi penerus bangsa…., kata2 itu saja berat kami pikul…., salahkan pemerintah atau siapa yang mau di persalahkan, tapi bukan kami. jangan menuntut apapun dari kami sebelum semua kami belum diberi dorongan yang baik dari anda2 orang dewasa :em58:

    Tentu kami mendorong para remaja untuk berbuat baik. Kami mengajak Anda dan seluruh remaja di sini untuk hadir di majelis-majelis ilmu, untuk membuka situs2 bermanfaat, untuk menonton VCD2 Harun Yahya dan Habib Munzir yg bisa didownload gratis dari internet. Kami mengajakAnda untuk berbakti kepada orangtua. Kunjungilah terus blog ini, dan ajak teman2 Anda untuk mengunjungi blog ini. Kalau sudah didorong ke arah yg baik oleh orang dewasa tetapi masih tidak mau… ya… emang remajanya aja kali yg bandel… :mrgreen: becanda…

Leave a Reply


You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>