Sebagian orang Kristen dan orang Salafy berfikir bahwa Islam menganut teori geosentris, di mana dikatakan bahwa Bumi adalah pusat tatasurya dan matahari mengelilingi Bumi. Hal ini disebabkan mereka telah salah tafsir terhadap Al-Qur`an disebabkan kebodohan mereka. Seperti kita ketahui bahwa orang-orang Salafy telah sering mengutarakan pandangan-pandangan sesat karena kebodohan mereka dalam memahami Al-Qur`an dan Hadits.
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin, seorang Salafiyin yang gigih, mengatakan bahwa menurut Al-Qur`an, matahari itu berputar mengelilingi bumi. Di bawah ini adalah dalil-dalil yang digunakannya untuk mendukung pandangan kelirunya itu.
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya: “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258).
2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).
3. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).
4. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).
5. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).
6. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).
7. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).
8. Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).
9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya).
ISLAM TIDAK MENGANUT GEOSENTRIS
Di bawah ini, kami akan mencoba menjelaskan, sesuai ilmu kami yang sedikit ini, bahwa Al-Qur`an tidaklah menganut teori geosentris.
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya: “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258)
2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).
3. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17)
Pada tiga ayat di atas, Allah sedang menceritakan tentang apa yang dikatakan Nabi Ibrahim. Dan nabi Ibrahim, seperti halnya kita, melihat matahari itu terbit dari Timur. Nabi Ibrahim tidak sedang berkata bahwa matahari itu mengelilingi Bumi. Nabi Ibrahim hanya berkata bahwa ia melihat matahari itu terbit dari Timur. Siapa yang melihat? Nabi Ibrahim. Salahkah Nabi Ibrahim jika berkata bahwa matahari terbit dari Timur? Tentu saja tidak. Kita juga biasa berkata bahwa matahari terbit dari Timur walau kita tahu bahwa matahari tidak mengelilingi Bumi. Adalah hal yang wajar jika Nabi Ibrahim berkata bahwa matahari terbit dari Timur walau beliau tahu bahwa matahari tidak mengelilingi Bumi.
Sekali-sekali, pergilah Anda ke puncak yang tinggi, karena di sana, Anda akan dapat melihat matahari terbit dari kaki langit. Saya tidak sedang berbicara sebagai seorang ilmuwan di dalam seminar. Saya sedang berbincang-bincang dengan Anda, dan adalah wajar jika saya mengajak Anda untuk melihat matahari terbit dari kaki langit. Para sastrawan akan memahami bahwa perkataan saya ini tidak mengandung muatan ilmiah. Ini adalah perkataan yang wajar dalam pembicaraan sehari-hari. Seperti halnya orang-orang pergi ke pantai Sanur di sore hari untuk menyaksikan matahari terbenam ditelan lautan. Kata-kata tadi tentu dipahami para sastrawan. Hanya orang-orang bodoh yang menganggap perkataan itu sebagai perkataan seorang ilmuwan astronomi yang sedang mengajarkan ilmu astronomi.
4. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33)
5. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).
6. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).
Ayat-ayat itu tidak berkata bahwa bulan dan matahari sedang berkejar-kejaran, tetapi malam dan siang itulah yang silih berganti. Ini adalah kiasan. Jika kami berkata bahwa setiap manusia berlomba dengan waktu, apakah Anda berfikir bahwa ‘waktu’ itu adalah benda fisik yang bisa berlari dan berlomba dengan kita? Kita tahu bahwa siang dan malam itu terjadi sebagai akibat dari rotasi bumi.
Adalah benar bahwa matahari itu beredar, tetapi matahari beredar mengelilingi pusat bima sakti, bukan mengelilingi bumi.
7. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).
Dalam ayat di atas juga tidak mengandung pengertian bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Allah bersumpah demi matahari yang kita lihat memancarkan cahaya di pagi hari dan demi bulan yang muncul apabila malam. Sama sekali tidak ada petunjuk yang menyatakan bahwa matahari itu bergerak mengelilingi bumi.
8. Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).
Sekali lagi ayat-ayat di atas tidak sedang mengajarkan pergerakan matahari, tetapi sedang mengajarkan hisab berdasarkan penglihatan kita atas dampak pergerakan bulan dan rotasi bumi serta pergerakan bumi mengelilingi matahari. Adapun matahari memang beredar mengelilingi suatu bintang sebagai pusat dari beberapa bintang seperti matahari.
9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya).
Hadits di atas tidak bisa kita pahami secara ilmiah. Tetapi mesti kita pahami secara sastra dan spiritual. Dalam hadits itu terkandung kiasan-kiasan yang bermanfaat bagi jiwa. Tidak ada muatan sains dalam hadits tersebut. Kita tidak bisa menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits berdasarkan metode serampangan. Ada 15 disiplin ilmu yang harus dimiliki seseorang sebelum ia boleh menafsirkan Al-Qur`an. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita terhadap ayat-ayat tersebut.
Sekarang coba Anda lihat ayat dari Alkitab di bawah:
Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. [Yosua 10:12-13]
Apakah Anda mau memaksakan agar orang-orang mengakui bahwa ayat itu sedang mengajarkan teori geosentris? Akankah Anda berkata, “Jika Alkitab menganut heliosentris, mestinya ayat itu berbunyi: ‘Berhentilah hai bumi dari rotasimu!’ dan bukannya matahari yang disuruh berhenti bergerak.”?
Ketahuilah, orang-orang Kristen terdahulu telah melakukan kesalahan dalam menafsirkan Alkitab hingga mereka menganut geosentris dan trinitas. Tetapi sekarang mereka mengakui heliosentris, namun belum berhenti dari trinitas.
Kita tidak perlu mengikuti mereka dalam menafsirkan Al-Qur`an. Jangan sampai kita salah menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits hingga kita tersesat.
Setelah melihat kebodohan orang-orang Salafy dan ustadz-ustadz mereka, masihkah kita mengakui mereka sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Kita harus meluruskan pandangan keliru mereka. Mereka sering salah dalam menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits. Hal itu bisa kita lihat contohnya di atas. Mereka juga sering salah dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits mengenai Aqidah dan Syari’ah. Tidak ada jaminan bahwa Aqidah dan Syari’ah mereka itu sesuai dengan Aqidah dan Syari’ah yang diajarkan Nabi Muhammad SAAW. Mari kita luruskan mereka semampu kita!
Artikel Terkait
- DA’WAH RASUL SECARA RAHASIA
- Menanti Sanad Sang Ustadz
- ISLAM MENENTANG TRINITAS
- Siapakah Dzul Qornain?
- Memerangi Musyrikin

Alhamdulillah ustadz,
Terima kasih atas artikelnya. Saya belum secara keseluruhan membacanya. insya Allah nanti saya coba membaca ulang
Salam silaturrahim
Wassalam
Ahlah wa sahlan ya akhil karim!
Terimaksih juga atas kunjungannya.
Wassalam.
Saya tidak percaya dengan heliosentris karena ada beberapa keganjilan di dalamnya sebagai berikut:
1. Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik maka naikkan saja helikopter 100 m dari tanah dalam posisi diam di tempat (standby). Dalam waktu sepuluh menit helikopter akan melewati beberapa kota tanpa gerakan maju atau mundur. Apakah itu terjadi? Ternyata tidak. Helikopter tetap dalam posisi semula tanpa bergeser sedikit pun. Itu artinya bumi diam atau tidak berotasi. Geosentrislah yang benar.
2. Orang heliosentris berpendapat tidak hanya bumi tetapi atmosfer bumi juga ikut berotasi. Kalau memang benar atmosfer ikut bergerak bersama bumi dari barat ke timur, mengapa burung bisa terbang dari timur ke barat, dari selatan ke utara dan dari arah mana saja? Mana mungkin hewan sekecil itu bisa melawan kecepatan atmosfer 30km/s?
3. Kalau memang benar bumi berotasi dari barat ke timur maka aliran air yang berada di dalam atau di permukaan bumi juga mengalir dari barat ke timur. Sebagai contoh ambillah sebuah ember yang diisi air, tanah atau pasir. Lalu kita putar dari barat ke timur maka segala isi ember juga ikut berputar dari barat ke timur. Sekarang kita lihat apakah semua aliran sungai, laut, waduk mengalir dari barat ke timur? Ternyata tidak. Aliran air terjadi karena perbedaan elevasi dan tiupan angin, bukan karena rotasi bumi.
Jadi kita bisa simpulkan GEOSENTRIS LEBIH MASUK AKAL DARIPADA HELIOSENTRIS.
Menyambung tulisan saya tentang geosentris dan Anda menjawab “Hehehe… ga tau gravitasi dia rupanya”, baik sekarang saya jawab sebagai berikut.
Contoh penerapan gravitasi ialah semua makhluk di bumi tidak jatuh ke ruang angkasa. Kalau itu yang Anda maksud saya setuju. Tetapi coba kita lihat air sungai yang mengalir kemana saja yang penting terdapat perbedaan permukaan tanah atau elevasi. Jika bumi berotasi dari barat ke timur sedangkan aliran sungai melekat di bumi karena gravitasi, tentu aliran sungai juga mengikuti arah rotasi bumi. Ternyata bukan demikian kenyataannya.
Jadi kita bisa simpulkan GEOSENTRIS LEBIH MASUK AKAL DARIPADA HELIOSENTRIS.
Manakah yang betul GEOSENTRIS atau HELIOSENTRIS ?
Misalkan kita duduk di belakang mobil pick up yang melaju di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 20 meter.
Dimana bola tenis akan jatuh? Tentu di jalan tol bukan di mobil pick up.
Sekarang kita berdiri di sebelah gedung dengan jarak 2 meter. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 20 meter.
Dimana bola tenis akan jatuh? Tentu di posisi kita melempar bola tenis.
Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik tentu bola tenis akan dihantam oleh gedung. Karena 30 km/detik jauh lebih kencang atau 1.000 kali lebih cepat dari 100 km/jam.
Kenyataannya? Tidak terjadi karena BUMI DIAM alias tidak berotasi.
KESIMPULAN :
GEOSENTRIS LEBIH BISA DITERIMA AKAL SEHAT DARIPADA HELIOSENTRIS
kayanya argumen2nya maksa bngt ya? ga ilmiah gitu deh… kayanya dr dulu ampe skrg yg namanya air itu mngalir dr dataran tnggi ke dataran rendah gitu! ga da hub.nya ama rotasi2an sgala! Scara gitu! benda cair ya kan? wktu SD blajar IPA kan? ko jwbnnya aneh getoh seh???
“SUNGGUH TOLOL GALILEO”
Tahukah Anda bagaimana Galileo menemukan hukum heliosentris ?
Pada saat mengikuti misa di Gereja, ia merasa bosan dengan khotbah sang pastor. Untuk mengusir rasa jemu dan kantuknya, ia memperhatikan goyangan lampu gantung yang menempel di langit-langit Gereja. Ternyata lampu gantung bergoyang dengan lintasan yang sama. Karena lampu gantung menempel di Gereja dan Gereja berdiri di atas bumi maka ia simpulkan bumi bergerak pada lintasan tertentu. Fakta ini dijadikan dasar penemuan hukum heliosentris oleh Galileo.
BENAR-BENAR TOLOL, IRONIS DAN LUCU SEKALIGUS NGAWUR.
Mengapa ia tidak berpikir goyangan lampu gantung disebabkan oleh udara yang berasal dari jendela Gereja ? Coba kita membuat bandul yang menggantung pada ruang hampa udara. Apakah bandul akan bergerak pada lintasan tertentu ? PASTI TIDAK. Karena bumi diam alias tidak pernah berotasi dan berevolusi. Mengapa orang sebodoh Galileo pendapatnya kita bela sampai mati ?
kalo saat ini belum ada orang yg bisa nongol di angkasa luar bumi
alias melewati atmosfir bumi saya masih bisa deh menerima perdebatan
geosentris ato tidak sebagai perbedaan pendapat biasa
tapi karena saat ini sudah ada pesawat luar angkasa yg menembus
atmosfir bumi bahkan sampai ke mars
tapi masih aja ada orang yg berpendapat geosentris
duh duh duh
bebal amat tuh orang, pake teori2 fisika lagi
tapi teori fisika nya ancur……..
coba pergi keluar bumi sono
secara lahiriah lewat mata telanjang aja udah bisa dilihat kok
ngapain ngotot pake dalil2 lagi
jelas2 heliosentris yg benar kok
kalo sekarang argumen anda “itu kata orang kafir”, tuh orang malaysia
yg notabene orang Islam juga udah ke angkasa
masih gak percaya ??? ngumpulin aja uang banyak dah
entar pergi traveling sendiri ke luar angkasa
sekalian sama syekh2 / ustadz geosentris pergi bareng kesana
jangan ngotot en keras kepala dah
Isi Al Qur an dan Hadist yg berkaitan dengan alam dan fenomenanya
gak bisa dong kita anggap penafsiran ulama jadul adalah yg paling benar
kalo emang salah ya salah gak usah ngotot lah
Ilmu Allah itu luas sekali
kalo emang tafsiran manusia yg salah ya akuin aja…
gak usah malu kalo emang orang kafir yg menemukan wong
emang orang Islam nya sendiri masih banyak yg suka bertengkar masalah fikih kok
ini bid ah itu bid ah dll ……
bwahahahahahaahahahahahahahahha
“SEJARAH HELIOSENTRIS”
Mulai zaman Yunani kuno orang sudah mengenal teori heliosentris dimana bumi dan planet-planet yang lain mengedari matahari sebagai pusat tata surya. Mengapa demikian ? Kita tahu bahwa Yunani kuno mendapat warisan budaya dari Mesir dan Babilonia yang mayoritas penduduknya menyembah matahari. Dalam benak mereka Dewi Matahari haruslah diam di tempatnya. Sementara manusia sebagai hambanya wajib mengelilingi sambil menyembah pada pagi hari saat matahari terbit.
Pada abad ke-16 pemerintahan di Eropa dipegang oleh pemuka agama yang berpandangan geosentris berdasarkan kitab suci. Suatu saat rakyat memberontak karena hidup menderita sementara pembesar pemerintahan hidup mewah. Ketika pemerintahan berhasil dirobohkan maka rakyat terpakasa melakukan tafsir ulang terhadap kitab suci yang geosentris menjadi heliosentris.
KSEIMPULAN:
Heliosentris tercipta bukan dari perhitungan ilmiah. Teori tersebut lahir dari tradisi sesat dan perang saudara di Eropa. Kalaupun ada pembuktian astronomi dan fisika semua itu sengaja diciptakan orang-orang sekuler dengan asumsi yang sangat dipaksakan.
“DIALOG ANTARA NABI IBRAHIM DAN RAJA NAMRUDZ”
Dialog antara Nabi Ibrahim dan raja Namrudz dapat kita baca di surat Al Baqarah ayat 258 (2:258).
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata,” Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan” , dia berkata,” Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan”.
Ibrahim Berkata,” Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat. Maka bingunglah orang yang kafir itu.
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Dari ayat di atas kita bisa simpulkan sebagai berikut.
Matahari terbit berarti yang bergerak matahari sedangkan bumi tetap diam.
Kalau memang Allah dan Nabi Ibrahim berpandangan heliosentris mestinya Allah lewat beliau atau Al Quran tidak berkata seperti itu. Melainkan bumi bergerak dari barat ke timur, sekarang gerakkanlah ia dari timur ke barat.
Mengapa kita lebih percaya pendapat-pendapat orang daripada Al Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya (Al Baqarah ayat 2) ?
mas-mas yang geosentris khususon ila mas budi
kalaupun asumsi salafy & judeo christian masonic “dibenarkan” seharusnya ada ayat ataupun hadist yang menyebutkan “Asysyamsu Takwiiru ilal Ardhi”, jangan coba-coba mengubah kitabnya Nihayah as-Sul fi Tashitul-Usul, sebagaimana ente-ente sudah mengubah Kitab Aladzkar-nya Imam Nawawi rha., tarjamah Quran to English by Syaikh Yusuf Ali, Hasyiyah Shawi, etc
Jabir ibnu Hayyan pun di-syi’ahkan oleh mereka, jangan paksa ahlussunah beraqidah anthromorphisme!
@admin
ane dah baca di sebuah majalah nasional
ada kesamaan jargon “pemurnian agama” yang diusung dari dua kelompok tersebut baik wahabi yang beralih nama salafy dan knight of templar yang merupakan nenek moyang generasi masonic modern
yang menarik lagi keduanya sama-sama mengidap akidah anthromorphisme, dan wajar apabila dalam pergaulannya di dunia internasional terlihat seiring sejalan meski dibungkus dengan jargon “pemurnian agama”, dan di kurun waktu puluhan tahun kedepan amat mungkin kedua komunitas ini bersatu dalam sebuah koalisi
Memang sangat sulit untuk menerima sebuah teori tanpa basic ilmu yang sesuai. Kita tidak pernah tau teori mana yang benar. Tapi hendaknya kita lebih bersikap terbuka dan mencoba untuk berpikir dan berpikir lebih. Sembari mohon petunjuk kepada Allah yang mencipta alam semesta ini. Bukankah hanya kepada-Nya kita bisa mendapatkan sebuah keyakinan teori mana yang benar?!
Tidak penting mana yang lebih masuk akal. Sebab akal siapa dulu? Bukankah kemampuan setiap manusia berbeda dalam memahami persolan? Maka sekali lagi bagi kita yang merasa tidak punya pondasi yang kuat tentang suatu ilmu, dalam hal ini astronomi, sudilah kiranya merendahkan hati mencoba untuk menerima. Jangan memaksakan diri menolak dengan argumen2 yang kurang berdasar. Apalagi hanya mengandalkan sebuah penjelasan dari seseorang yang tidak ada jaminan selalu benar. Bukankah setiap orang bisa salah?! kecuali Rasul?!
assalamualaikum..
.
maaf numpang lewat,cm mw menanggapi pernyataan dari saudara budi p wardhana(27 juni 2008)..
dari pernyataan2 beliau saya teringat akan pelajaran fisika SMA saya dulu…menanggapi mslh melempar bola sampai 20 meter dari sebuah mobil yg berjalan.koq keliatanny maksa bgt.emang bisa ente melmpar bola ampe 20 meter??ok,skrg qt anggap mas budi itu hercules yg bisa melempar bola 20 meter..apakah bola akan smpai lg ke mobil??jwabnny YA..tentu sj bola yg kita lempar td akan sampai lg ke mobil qt lg.dgn catatan kecepatan mobil qt tetap dan tidak ad angin kencang yg bisa mengganggu gerakan bola td.sy coba analogi yg mudah dulu..ketika saya d dalam mobil,adik saya bermain melempar bola ke atas.sy perhatikan bola itu selalu sampai lg ke tangan dia lagi n tidak pernah menabrak kaca belakang mobil n keluar dari mobil.pdhl klo menilik pernyataan mas budi td ,maka bola seharusny menabrak kaca belakang mobil n klwr dr mobil.kenapa bisa begitu???krn menurut ms budi yg bs mlmpar bola 20 meter,bola yg dy lempar td g puny kcpatan kecepatan horizontal shg bola akan bergerak turun saja.klo brgerak turun saja maka bola adik sy akan ditabrak oleh mobil sy yg puny kcpatan 100km/j .wah bhy bgt!!tp alhamdulillah kenyataanny gak kan??ya karena bola td puny kcpatan horizontal mas bud,kcpatan horizontal yg bsrnny sama dgn kcptn mobil.shg bola bergerak horizontal bersama2 mobil.betul???
koq bisa??klo gitu bola td berkecptan 100km/j dunk???pasti mas budi mnyanggah gini..
y benar bola td berkecepatan 100km/j..tp kan bola td diam dipegang tangan adik sy???y betul jg,klo kita manaruh acuan pd diri org yg d dlm mobil.klo qt ambil acuan dari org diluar mobil,maka bola td berkecpatan 100 km/j..org yg d dlm mobil klo d liat org pinggir jln maka kecepatanny jg 100km/j..betul??jd kcptn horizontal adik sy=kcptn hoz bola…
OK,slnjutny..ketika bola dlmpar maka selain kcptan vertkal dy jg msh puny kcptn horizontal..shg selama d udara bola sesungguhny bergerak 100km/j bersama2 mobil..jd krn bersama2,bola td akan jatuh ke mobil juga…hehehe
kira2 begitu mas bud,pnjelasanny …untuk mmbktikanny silahkan diadakn ujicoba,tentu saja dgn bersm mas budi.krn klo g ad mas budi,syp yg melempar bola sampai 20 meter???
ok.ketemu lg..hehehe
sori penanggalanny salah,yg bener mas budi p wardhana(17-19 juni 2008)
ok skrg sy coba jelaskan tentang pernyataan tgl 17 juni.spintas kliatanny masuk akal sekali,,tp maaf sekali lg mas bud,sy menyanggahny..
klo anda mengerti pnjelasan sy yg kemaren maka utk mnyanggah prnyataan2 mas bud mnjd lebih mudah..
1.pertama2 kita ambil acuan dr org yg diluar bumi(yg gak bergerak bersam2 bumi)..sblm anda menaikkan helikopter 100 m dari tanah,helikopter bergerak bersama2 bumi betul??(analogi sm kayak bola d dlm mobil) jd ketika helikopter bergerak k atas sbtulny ia jg pny kcptn horizontal yg besarny sama dgn kcptn rotasi bumii..
tapi kan bg mas budi yg liat dari bumi,helikopterny kan diam???
Y BENAR.koq bisa???y,krn mas budi td jg brgrak scr horizontal dgn kcptn=kcptn helikopter=kcpatan rotasi bumi.jd kcpatan mas budi sbnrny 30km?detik???YA,benar…koq g kerasa????y kan mas budi bergerak bersama2 bumi dgn kcptan sama,shg mnurut acuan mas budi ia diam n gak mrsakan p2(analogi org duduk diam ddlm mobil 100km/j)…shg krn brgerak brsama2 maka helikopter td jg diliatny diam..krn kota2 d bumi memiliki kcpatan sama dgn helikopter dan kcpatan rotasi bumi..maka kota2 bergerak brsm2 dgn helikopter,shg menurut acuan kota2 helikopter itu DIAM…BETUL g???
2.kcpatan burung saat bertengger d pohon=kcpatn rotasi bumi=kcptn atmosfer..bergerak bersma2 dgn kcptn sama,,gak ad yg ketabrak kan??saat terbang atmosfer bumi diam trhdp burung,shg gak berpengaruh ap2 kan??kcptn burung<<kcptn rotasi bumi..jd gak akan kerasa ap2..
3.pendek saja…umpamakan anda mmbwa ember berisi air dlm kereta,berlawnan arah dgn arah kereta jalan..sama ja kan???saya harap anda paham…
rotasi bumi n gravitasi bumi memiliki kaitan yg sgt erat..seandainy anda percaya gravitasi,tp tidak percya rotasi.maka bumi nie gak akn prnh ad…KOQ BISA????gaya gravitasi adlh gaya tarik menarik antar partikel.gaya gravitasi bumi akan menarik smw partikel k pusatny..agar smw partikel nie tidak ketarik k pusat bumi,maka perlu diimbangi dgn gerak berputar mengellilingi pusat massa bumi.seandainy g berotasi,maka smw partikel akan ketarik ke pusat bumi n bumi nie gak akan pernah da..BETUL G???
y begitulah smg penjelasann sy nie bisa mudah dimengerti…amin…
kadang2 org menganggap logika n intuisiny selalu benar dari apapun jg.bhkn untuk membuktikan logikany itu mereka scr seenakny sendiri menafsirkan Al-Quran n Hadist agar sesuai dgn logikany…
ingatlah tdk smwny bisa kita masukkan logika..akal ni buatan Allah shg puny keterbatasan..
makanya, kebenaran yang hakiki itu kembali kepada Allah…
Wallahu’alam bis Showab
Assalamu’alaikum wr.wb.
Jazakallah atas artikelnya, ane jadi lebih penasaran nich ama yang namenya ilmu astronomi. sebab, ane sebgai pelajar muslim musti tau berbagaihal tentang fakta-fakta keilmuan dalam islam.
please and afwan bwuat and kirim lagi yach artyikel hebat lainnya.
MAKACHIHHHHHHHHHHHHH!!!!
Al Qur’an dan Sunnah datang dengan penjelasan yang bisa difahami manusia. Manusia, secara sederhana merasakan adanya gerakan relative. Contohnya, di suatu ruang yang sangat gelap. saya dan A berdiri diatas conveyer belt yang bergerak. saya melihat A memegang lilin yang menyala menjauh, A melihat saya memegang lilin bergerak menjauh, tapi sebenarnya, baik A maupun saya tidak tau, apakah saya yang bergerak menjauh atau A yang menjauh, karena saya dan A tidak menyadari getaran dari conveyer Belt.
Al Qur’an dan As-Sunnah datang memberi penjelasan, yang apabila difahami masyarakat pada waktu itu, Benda-benda langit bergerak, sedangkan bumi tidak. Tetapi pada saat ini, dari pengamatan dari ruang angkasa, pengamatan kita lebih obyektif mengamati pergerakan bumi dan matahari, karena posisi acuan kita tidak di Bumi, maupun tidak di Benda-benda langit. Sehingga pergerakan relativ yang ditimbulkan antara bumi dan benda langit tidak kita rasakan. Pada kondisi inilah kita akan melihat, bahwa Bumi mengitari matahari bukan matahari mengitari bumi.
Al Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan pergerakan benda-benda langit selain bumi, bisa ditafsirkan bahwa benda-benda langit tersebut mengelilingi sesuatu yang lebih besar massanya, apakah itu Bintang Matahari yang dikelilingi planet di tata-surya, ataukah Pusat dari kelompok Galaksi, yang dikelilingi benda-benda langit dengan jari-jari jutaan parsec (1 parsec = 3,26 juta tahun cahaya). Apalagi bagi anda yang mempelajari gerak benda yang melewati lintasan lengkung di SMA, pasti tahu yang namanya Sentripetal Force atau Centrifugal Force, dimana keterkaitan gaya tersebut bisa diturunkan untuk menentukan massa benda-benda langit dan memberikan suatu aksioma bahwa massa benda langit yang dikelilingi biasanya jauh lebih besar daripada massa benda langit yang mengelilingi. Lha, massa Matahari ribuan bahkan lebih besar daripada massa Bumi, bagaimana mungkin Bumi dikelilingi matahari? InsyaAllah antum akan lebih dalam mempelajarinya mengapa hal itu terjadi dengan mempelajari secara lebih dalam tentang Teorema Medan Gravitasi, sebagai bagian dari Mekanika Kuantum.
Karena itu, saya menolak teori Geosentris (Bumi sebagai pusat), atau Heliosentris (Matahari sebagai pusat), karena sebenarnya kita belum tahu dimanakah pusat alam semesta itu, Penelitian manusia masih sama sekali jauh lebih primitive dari pada Pengetahuan Allah Subhana wa Ta’ala yang menciptakan langit. Batas Langit pertama saja, manusia tidak tahu, apalagi batas langit lainnya yang Allah Subhana wa Ta’ala Menciptakannya secara berlapis-lapis? Wallahu’alam
syaikh utsaimin bisa menyimpulkan demikian setelah menemukan dalil lebih dulu,kemudian memahaminya. bukan sebaliknya kesimpulan dulu baru cari2 dalilnya. perkara beliau keliru dlm memahaminya,biarkan ulama yg lebih alim yg menjelaskan. bagi saya dalam masalah ini argumen yg tepat adalah tafsir ibnu abbas dalam menafsirkan ayat 33 al-anbiya diatas, yaitu ‘berputar seperti alat pemintal’.sayangnya tafsiran ini msh perlu penafsiran lagi. hehehe. tp yg penting dlm hal ini adalah metodologi dlm memahami dalil2 syar’i yg harus sesuai dgn metode salafusholih. bukannya hakikat BMM atau MMB yg sebenarnya tdk penting di bahas.
Bagi pihak yang meragukan keilmuwan syaikh utsaimin, coba beri satu contoh aja ulama yang dianggap berhak atau mampu untuk melakukan menafsirkan terhadap dalil2 diatas. dan juga uraikan kriteria2 keilmuwan maupun sanad untuk seseorang supaya berhak menafsirkan suatu dalil. supaya obyektif gitu loh.
Mungkin jalur sanad keguruan beliau berbeda dengan guru anda, yang jelas beliau pasti punya, kalau anda telaten pasti bisa menemukanya dari biografi beliau,biografi guru2 beliau, jangan hanya sekedar menunggu. Dan perbedaan jalur sanad ini jangan di gunakan untuk mengklaim “sanad guruku lah yang benar” karena tidak ilmu untuk membuktikan kebenaranya selain kepercayaan dan kejujuran.
Dan seandainya anda bertanya siapa guru saya : “guru saya adalah search engine” …
@ilmuwan tobat
keliatan kalo tobatnye setengah-setengah
sanad guru aje masih pake wasilah “pakde gugel”, “mister yahu”, what ever lah
kate guru ente dari hadist jariyah Tuhan ada di “langit”
, kenafe ente gak terbang sekalian ke langit sambil mencari Tuhan

ya jelaslah masa search engine punya sanad segala…

kalau saya terbang kelangit mirip dong dengan firaun yg naik menara untuk membuktikan adanya Tuhannya Nabi Musa ‘alaihissalam.
Sekarang gini aja coba sebutkan sanad guru anda dulu diblog ini, jangan cuma ngaku2 punya sanad. kalau guru saya jelas gak punya sanad. tapi kalau syaikh utsaimin pasti punya guru, mengenai sanadnya, adalah tugas orang yang paling penasaran… untuk mencarinya

sorry sblmnyamaaf sblmnya
mnrt saya,
agama bukanlah pengetahuan alam dan fisika
maka dr itu..
bicarakan pengetahuan dr segi pengetahuan alam
dan agama dr sisi agama
karena agama selalu berujung pada kepercayaan dan keyakinan masing2
bagaimana apabila ad pendapat dr agama lain yg berbeda..
kalau pengetahuan alam adalah ILMU PASTI
bukan sekedar kepercayaan