ALLAH JAMAK?
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” [Kejadian 1:26]
Allah menyebut Diri-Nya dengan Kita/Kami dalam banyak ayat di dalam Alkitab dan juga dalam Al-Qur`an. Akan tetapi, tidak seorang pun berkata bahwa Al-Qur`an mengajarkan trinitas. Justeru Al-Qur`an mengatakan bahwa Allah itu Esa, Allah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Menggunakan ayat-ayat seperti ini sebagai dasar trinitas adalah tidak dapat diterima sama sekali.
Pertanyaannya kemudian, mengapa Allah menggunakan kata “Kami” atau “Kita” untuk menunjuk Diri-Nya sendiri? Saya justeru akan bertanya balik, mengapa para pejabat berpidato dan berkata dalam pidatonya: “Kami,” ketika dia sedang berbicara menunjuk dirinya sendiri? Dan mengapa banyak penulis dalam tulisan mereka menulis: “Kami” untuk menunjuk kepada dirinya sendiri? Maka tentu, Anda akan menjawab bahwa itu adalah tatabahasa yang baik. Dan dalam beberapa kebudayaan, seseorang menyebut dirinya sendiri dengan kata “kami” adalah untuk menunjukkan keagungan dan kewibawaannya. Adalah wajar jika Allah menyebut Diri-Nya Sendiri dengan kata “Kami” atau “Kita”. Allah adalah Yang Mahaagung dan Memiliki Kewibawaan. Jika George Bush boleh menyebut dirinya sendiri dengan kata “kami” maka Allah lebih pantas lagi.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu (menghormat) kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. [QS. Al-A'raf (7): 11]
Seorang Muslim tidak pernah membayangkan bahwa Tuhan itu jamak hanya karena ayat-ayat seperti ini dalam Al-Qur`an. Seorang Yahudi tidak pernah membayangkan bahwa Tuhan itu jamak hanya karena membaca ayat-ayat seperti Kejadian 1:26 dalam Taurat. Bahkan para murid Yesus pun tidak pernah membayangkan bahwa Tuhan itu jamak. Hanya orang-orang Kristen yang dibutakan oleh para pendeta sesat saja yang menganggap bahwa Tuhan itu jamak.
Tetapi terkadang seorang Kristen akan menolak mengakui bahwa mereka menganggap bahwa Tuhan itu jamak. Mereka mungkin berkata, “Kami tidak mengatakan Tuhan itu jamak. Kami berkata bahwa Bapa itu Tuhan, Yesus itu Tuhan, dan Roh Kudus itu Tuhan. Tetapi tidak ada tiga Tuhan, hanya ada satu Tuhan.” Jika demikian, tanyakan kepada mereka, “Kalau begitu, Tuhan itu tiga atau tunggal?” Maka mereka tidak akan menjawab bahwa Tuhan itu tiga, tidak pula mereka menjawab bahwa Tuhan itu tunggal, tetapi mereka menjawab Tuhan itu “Tritunggal”. Anda mengerti kata “tiga”, Anda juga mengerti kata “tunggal”, tetapi apakah Anda mengerti kata “Tritunggal”? Tidak seorang pun mengerti kata “Tritunggal”, bahkan seorang Kristen yang alim pun tidak akan pernah bisa memberikan definisi yang benar tentang “Tritunggal”. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal kata benda tunggal dan kata benda jamak, tetapi apakah Anda mengenal kata benda “tritunggal”?
Jika Ellohim itu memang kata jamak kuantitas, maka seharusnya Ellohim diterjemahkan sebagai “Ilah-Ilah” atau “Allah-Allah” atau “Gods” dan bukannya “Ilah” atau “Allah” atau pun “God” yang menunjukkan tunggal. Lebih jelas lagi ketika kita membaca ayat selanjutnya:
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut citra-Nya. (Kejadian 1:27)
Dalam ayat itu digunakan kata “Nya” dan bukannya “Mereka”. Maka seseorang tidak bisa menyimpulkan bahwa Tuhan itu Tritunggal ketika membaca ayat ini. Justeru mereka berfikir bahwa Tuhan itu Tunggal.
Tritunggal, suatu istilah yang tidak dikenal dalam bahasa mana pun. Dengan demikian, Tuhan Tritunggal tidak akan pernah dikenal oleh siapa pun, tidak akan pernah dimengerti oleh siapa pun. Tuhan Tritunggal akan tetap menjadi misteri walau sejuta wahyu berusaha memperkenalkan Tuhan Tritunggal kepada alam semesta. Padahal wahyu (revelation) itu bermakna pembukaan rahasia dari Tuhan kepada manusia. Jika wahyu tidak berhasil memperkenalkan Tuhan kepada manusia, sehingga Tuhan tetap menjadi misteri, lalu apa gunanya wahyu? Wahyu dari Tuhan telah memprkenalkan Diri-Nya sebagai Tuhan yang Tunggal. Tetapi orang-orang yang disesatkan Iblis, ilah zaman ini, mereka memperkosa Alkitab agar mau mengakui Tuhan Tritunggal hasil ciptaan nalar mereka yang dirusak oleh pemikiran pagan seperti pemikiran dari Plato yang mengatakan tentang adanya Tuhan Tripartite.

Leave a Reply